Apa Itu Gerhana Matahari?, 5 Fakta Gerhana Matahari Total Tahun ini

Gerhana Matahari


Apa Itu Gerhana Matahari ?


Gerhana Matahari akan terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi & Matahari yang sehingga menutup sebagain atau seluruh cahaya mataharinya. Walapun bulan masih kecil tapi bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan yang berjarak rata-rata 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana Matahari Total Juli 2019


Gerhana matahari total atau solar eclipse pertama sejak 2017 akan melewati bagian Amerika Selatan pada Selasa (2/7/2019) waktu setempat. Namun, gerhana ini tidak bisa dilihat di Indonesia, hanya di Argentina dan Chile.

Aljazeera mewartakan, ribuan turis dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Chile dan Argentina, tempat gerhana diperkirakan akan lewat pada sore hari. Gerhana matahari terjadi ketika bulan sejajar dengan matahari dan bumi serta menghalangi matahari.

Selama gerhana total, mahkota matahari, atau korona, terlihat dengan mata telanjang. Mahkota adalah atmosfer luar matahari, yang membentang jutaan mil ke ruang angkasa. Ada empat jenis gerhana matahari: partial, annular, total, dan hybrid.

Menurut NASA, gerhana total terjadi di suatu tempat di bumi setiap setengah tahun. Gerhana sebagian diperkirakan setidaknya dua kali setahun. Berbeda dengan gerhana 2017, bayangan umbral bulan kali ini hanya akan terlihat dari Chile, Argentina, dan pulau Pasifik Selatan yang tidak berpenghuni.

Gerhana sebagian dapat terlihat di bagian lain Amerika Selatan, termasuk Bolivia, Peru, dan Ekuador. Gerhana total diperkirakan berlangsung hingga empat menit, tergantung pada lokasinya, menurut NASA. NASA mengatakan, gerhana total diperkirakan mulai sekitar 04.38 pm waktu setempat (20.38 GMT) di La Serena, Chile, dan berakhir di sana sekitar 04.40 pm (20:20 GMT).

Di Junin, Argentina, gerhana total diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.42 pm waktu setempat (20.42 GMT) dan berakhir pada 05.44 pm (20:44 GMT). Beberapa situs web, termasuk NASA, akan menyiarkan langsung gerhana sehingga orang dapat menonton dari seluruh dunia.

The Washington Post mewartakan, di Chile dan Argentina, bayangan bulan akan menyapu dengan kecepatan melebihi 6.000 mph-jauh lebih cepat daripada "Great American Eclipse" pada 2017.

Fenomena alam gerhana matahari total ini menyebabkan bumi benar-benar gelap gulita sesaat karena cahaya matahari tertutup seluruhnya oleh bayangan bulan. Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat bumi baik masyarakat maupun ilmuwan.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin Thomas menuturkan gerhana matahari berikutnya pada 26 Desember 2019 teramati di sebagian Afrika, Asia, dan sebagian Australia.

Pada 26 Desember 2019 Indonesia akan mengalami gerhana matahari cincin, yang tepatnya akan melewati Sinabang, Sibolga, Padang Sidempuan, Duri, Siak, Pedang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Kalimantan Timur bagian utara, Kalimantan Utara bagian selatan.

5 Fakta Gerhana Matahari Total


1. Berlangsung 4 menit

Gerhana matahari total pada hari ini muncul dini hari, tepatnya pukul 03.00 WIB. Fenomena ini berlangsung selama 4 menit 33 detik, lebih lama 2 menit 40 detik dibandingkan gerhana matahari total yang terjadi bulan Agustus 2017 lalu.

NASA menyatakan bahwa totalitas gerhana diperkirakan dimulai pada Selasa (2/7/2019) pukul 20.38 GMT atau sekitar pukul 16.38 waktu Chile. Di Junin, Argentina, gerhana diperkirakan dimulai pukul 20.42 GMT atau sekitar pukul 17.55 waktu Argentina.

2. Hanya bisa dilihat di beberapa lokasi


Masyarakat yang bisa melihat gerhana matahari total secara langsung terbatas hanya di lokasi tertentu, yaitu di area Samudera Pasifik, Argentina dan Chili. Sedangkan Indonesia tidak berkesempatan.

Meski begitu, diperkirakan penduduk Indonesia bisa melihat gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 mendatang.

3. Ada Live Streaming

Gerhana Matahari Gelap Gulitakan Langit Amerika Serikat, gerhana matahari total tahun ini membuat gelap sebagai wilayah Amerika Serikat atau US yang dilintasi oleh bayangan bulan. (AP Photo/Jeff Roberson)

Museum Exploratorium San Fransisco menyiarkan secara langsung fenomena gerhana matahari total dari National Science Foundation's Cerro Tololo Observatory di Chili. Live streaming tersebut ditujukan bagi masyarakat yang ingin melihat gerhana namun terbatas lokasi.

Live streaming dimulai pukul 12.23 pm waktu Pasifik dilanjutkan dengan paparan informasi dari ahli dan ilmuwan NASA pada pukul 01.00 pm waktu Pasifik. Di Indonesia, kamu bisa melihat live streaming pada 3 Juli pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.

Observatorium lainnya juga bakal menayangkan fenomena alam ini, yakni The European Southern Observatory (ESO), yang melakukan live streaming di La Silla Observatory, dekat gurun Atacama di Chili.

4. Dampak gerhana matahari total

Gerhana matahari total bisa mengganggu gravitasi Bumi, dengan cara menghambat pemanasan dan proses ionisasi di lapisan ionosfer atmosfer Bumi.

Selain itu, gerhana matahari total juga bisa menyebabkan kerusakan mata oleh sinar ultraviolet, sehingga saat fenomena ini terjadi disarankan untuk menggunakan pelindung mata saat bepergian ke luar.

5. Sempat ditakuti masyarakat

Gerhana matahari total sempat dianggap bencana oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Ketika gerhana matahari total terjadi pada 11 Juni 1983, masyarakat menganggap itu ulah Batara Kala, putra dewa yang berwujud raksasa akibat terkena kutukan.

Dalam mitologi Jawa, Batara Kala menaruh dendam terhadap Batara Surya (Dewa Matahari) dan Batara Soma (Dewa Bulan) dan terus mengejar mereka. Saat tertangkap, Batara Kala akan menelan dewa-dewa itu sehingga langit jadi gelap gulita.

Maka, ketika gerhana terjadi, masyarakat akan ramai-ramai bersembunyi dan memukul lesung, membuat kebisingan agar Kala memuntahkan matahari atau bulan yang ditelannya.

Bahkan, pemerintahan Soeharto sempat geger menghadapi gerhana matahari total hingga membentuk Panitia Nasional Gerhana Matahari. Seluruh masyarakat tidak boleh keluar rumah saat gerhana matahari total berlangsung. Jika nekat, siap-siap saja mata jadi buta.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari
https://tirto.id/gerhana-matahari-total-juli-2019-tak-bisa-dilihat-di-indonesia-edrf
https://www.liputan6.com/tekno/read/4002739/5-fakta-gerhana-matahari-total-yang-sambangi-bumi-hari-ini

0 Response to "Apa Itu Gerhana Matahari?, 5 Fakta Gerhana Matahari Total Tahun ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel