Kedudukan dan Tujuan Pendidikan Sejarah

Kedudukan dan Tujuan Pendidikan Sejarah
Ketika bangsa ini carut marut dengan kenyataan kehidupan yang mengancam keutuhan bangsa, kurikulum sejarah masih tetap pada jalur berfikir semula. Pertanyaan mengenai fakta sejarah seperti nama pelaku, tahun terjadinya peristiwa, nama peristiwa, tempat dimana suatu peristiwa terjadi, dan jalannya peristiwamerupakan pertanyaan penting dalam pendidikan sejarah.

Pandangan esensialisme dan perenialisme yang berakar tunjang dan menghujam ke bumi selama lebih dari setengah abad memberikan pohon wawasan dan kebijakan kurikulum yang kokoh.

Pandangan esensialisme dan perenialisme yang digunakan telah membatasi permasalahan yang menjadi kepedulian pendidikan dan kurikulum yang dikembangkansebagai jawaban pendidikan terhadap masalah.

Bagi pendidikan masalah penguasaan ilmu yang harus diurus adalah ilmu yang sudah jadi (formal knowledge) sedangkan kenyataan sosial adalah sesuatu yang menjadi kepedulian ilmu untuk nantinya dikembangkan sebagai formal knowledge.

Sebelum menjadi formal knowledge maka masalah sosial, budaya, ekonomi, politik bangsa bukan kepeduliaan pendidikan dan kurikulum.

Oleh karena itu permasalahan dalam pendidikan sejarah berkenaan dengan tujuan pendidikan sejarah, materi pendidikan sejarah, proses pendidikan sejarah dan asesmen hasil belajar sejarah.

Keempat kelompok permasalahan ini memang permasalahan klasik dan sayangnya keempatnya masih menjadi masalah dominan dalam pendidikan sejarah. Atas dasar itulah maka tulisan ini berfokus pada keempat masalah tersebut.

Demikialah informasi tentang. Kedudukan dan Tujuan Pendidikan Sejarah. Semoga informasi yang kami sharingkan bermanfaat bagi pengunjung kami dan pembaca kami. sekian dan terima kasih.

0 Response to "Kedudukan dan Tujuan Pendidikan Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel