Pendekatan dalam Pembelajaran Sejarah

Pendekatan dalam Pembelajaran Sejarah
Pendekatan dalam Pembelajaran Sejarah

Pengembangan pendidikan sejarah yang dikemukakan di atas membawa konsekuensi pada pendekatan dalam proses belajar sejarah. Ada tiga hal baru yang harus dilakukan dalam pendekatan pendidikan sejarah di masa mendatang. Ketiga pendekatan tersebut adalah :


  1. Keterkaitan pelajaran sejarah dengan kehidupan sehari-hari siswa
  2. Pemahaman dan kesadaran akan karakteristik cerita sejarah yang tak pernah bersifat final
  3. Perluasan tema sejarah politik dengan tema sejarah sosial, budaya, ekonomi,dan teknologi.Sudah sekian lama pendidikan sejarah dikembangkan dalam pendekatan yang bebas dari pengaruh lingkungan.


Pendidikan sejarah hanya berkonsentrasi pada peristiwa-peristiwa sejarah yang tertuang dalam buku teks/pelajaran sejarah semata. Apa yang dipelajari siswa dari buku-buku tersebut merupakan sesuatu yang dianggap pinal dan sebagai suatu kebenaran abadi.

Keterkaitan antara peristiwa sejarah yang dipelajari dari buku-buku tersebut dengan perkembangan yang terjadi dengan masyarakat di sekitar siswa dapat dikatakan tidak ada.

Sayangnya keterkaitan yang semakin erat tidak pula terjadi antara peristiwa sejarah kontemporer dengan peristiwa sosial, budaya,dan ekonomi di sekitar siswa. Harus diakui bahwa seharusnya keterkaitan itu terjadi erat antara peristiwa sejarah kontemporer yang menyangkut tema politik dengan kehidupan kenegaraan dan politik yang terjadi di sekitar kehidupan siswa.

Sayangnya proses pendidikan sejarah di sekolah tidak memberikan pengalaman edukatif yang kuat bagi siswa untuk melihat dan memanfaatkan keterkaitan tersebut. Pengembangan tujuan pendidikan sejarah yang dikemukan di atas menuntut adanya pembaharuan dalam proses pendidikan sejarah.

Proses pendidikan sejarah sudah harus mendekatkan dan mengkaitkan apa yang dipelajari siswa dari buku pelajaran sejarah dengan lingkungan sekitarnya. Pendidikan sejarah sudah harus menempatkan siswa dalam posisi yang lebih baik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaitkan apa yang dipelajarinya dengan kenyataan kehidupan.

Tiga dimensi waktu sejarah: masa lampau, masa kini, masa yang akan datang.Ketiganya berkaitan dalam satu hubungan kausalita dan harus menjadi pendekatan baru dalam pendidikan sejarah.

Para siswa yang belajar sejarah harus secara jelas dapat melihat keterkaitan itu, dan tentu saja kemampuan melihat keterkaitan itu harus dikembangkan secara serius. Demikian pula dengan proses pendidikan sejarah yang seharusnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami apa yang terjadi di sekitarnya.

Dinding sekolah tidak boleh lagi menjadi pemisah antara apa yang dipelajari siswa di sekolah dalam pendidikan sejarah dengan apa yang terjadi di masyarakatnya. Pendidikan sejarah di masa mendatang harus pula memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan wawasan bahwa cerita sejarah yang mereka baca di buku pelajaran dan buku sejarah lainnya adalah hasil rekontruksi sejarawan.

Rekontruksi tersebut dilakukan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu sejarah.Sebagaimana layaknya ilmu-ilmu lain, suatu hasil rekontruksi sejarah sangat ditentukan oleh kelengkapan fakta yang dimiliki. Perbedaan terjadi hanya dalam kesempatan melengkapi, mendapatkan, atau bahkan dalam pengertian data dan fakta yang lengkap.

Setiap peristiwa sejarah selalu dibangun atas dasar fakta sejarah yang tidak lengkap. Keterbatasan kemampuan umat manusia untuk merekam kejadian (keterbatasan itu bukan saja keterbatasan teknologis tetapi juga keterbatasan yang dimiliki manuisa dalam dimensi waktu dan ruang), serta keluasaan perilaku manusia pelaku sejarah menyebabkan setiap rekontruksi mengandung kelemahan.

Dengan perkataan lain, setiap cerita sejarah yang dibaca bukanlah suatu ceritasejarah yang lengkap kecuali dalam pengertian bahwa cerita itu lengkap pada saat dibuat berdasarkan wawasan yang ada cerita sejarah yang dihasilkan selalu mengandung kemungkinan berubah :

Ia berubah karena ada faktor baru yang ditemukan atau fakta lama yang dinyatakan tidak valid cerita sejarah juga berubah karena wawasan dan pandangan yang dimiliki sejarawan dalam membangun cerita sejarah berubah. Atas dasar kenyataan itu maka cerita sejarah bukanlah sesuatu yang final.

Cerita sejarah itu bukan sesuatu yang tidak lagi berubah. Pemahaman dan kesadaran akan hakikat cerita sejarah itu haruslah tertanam pada diri siswa sehingga apabila terjadi penemuan fakta baru atau adanya pemahaman dan wawasan baru terhadap fakta lama akan terjadi perubahan cerita sejarah.

Adanya pemahaman dan kesadaran yang demikian sangat penting bagi siswa dalam menghadapi perubahan demi perubahan yang terjadi pada saat sekarang dan masa mendatang. Siswa tidak akan tergoncang, bingung, dan tidak terancam kepribadiannya ketika terjadi polemik ataupun pernyataan tentang suatu fakta sejarah.

Pemahaman dan kesadaran akan memberikan wawasan dan kearifan bagi siswa untuk mengkaji pernyataan-pernyatan tersebut dalam satu alur berpikir yang ilmiah, kritis, dan objektif.

Pendekatan lain yang harus dikembangkan dalam pendidikan sejarah adalah perluasan ‘rama’ sejarah yang diajarkan. Sejarah dalam rama kehidupan manusia lainnya di samping rama politik harus dikembangkan.

Sejarah ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, teknologi, komunikasi, dan sebagainya sudah dapat dikembangkan sebagai materi pelajaran pendidikan sejarah.

Perluasan tema ini tidak saja menambah wawasan keilmuan sejarah pada diri anak didik bahwa sejarah memang berkenan. Perluasan rama tersebut akan juga memperbesar kemungkinan keterkaitan antara apa yang dipelajari siswa di kelas dengan kehidupan di sekitarnya. Perluasaan dalam apa memahami apa yang terjadi di masyarakat sekitarnya.

Demikianlah informasi tentang. Pendekatan dalam Pembelajaran Sejarah. Semoga informasi yang kami sharingkan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca. Sekian dan Terima Kasih..

0 Response to "Pendekatan dalam Pembelajaran Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel