Pendidikan Sejarah di Indonesia Masa Kini

Pendidikan Sejarah di Indonesia Masa Kini
Pendidikan Sejarah di Indonesia Masa Kini

Pendidikan sejarah di sekolah secara tradisional diarahkan pada pengembangan pengetahuan dan pemahaman terhadap berbagai peristiwa sejarah, pengembangan cara berpikir kronologis, pengembangan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan toleransi.

Pengembangan pengetahuan dan pemahaman terhadap berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di wilayah Republik Indonesia sejak dahulu yaitu sejak paling tua hingga ke masa yang terkini.

Siswa SD, SMP, dan SMA belajar tentang kehidupan manusia di wilayah Nusantara ini sejak zaman purbakala bahkan zaman sebelum nenek moyang bangsa Indonesia datang kewilayah ini. Kehidupan di zaman prasejarah yang dipelajari dimulai sejak adanya manusia tertua di tanah air ini.

Pengembangan pengetahuan dan pemahaman tentang peristiwa sejarah diwilayah Nusantara diikuti dengan pengembangan semangat patriotisme, nasionalisme, dan toleransi.

Dalam konteks ini peristiwa-peristiwa sejarah tersebut dilihat sebagai titik awal perkembangan kehidupan dan justifikasi historis kehadiran bangsa Indonesia sekarang dengan wawasan dan pandangan bahwa pertumbuhan dan perkembangan berbangsa dan bernegara sekarang adalah suatu kelanjutan dari kehidupan masa lalu di batas wilayah tanah air Indonesia masa ini.

Dengan kata lain dalam belajar sejarah wawasan kesejarahan, rasa patriotisme,dan semangat nasionalisme siswa sebagai generasi penerus kehidupan bangsa dibangun atas dasar pemahaman dan pewarisan kehidupan dengan wilayah Republik Indonesia sebagai “level of anlysis”.

Pengembangan kemampuan berpikir kronologis dalam pendidikan sejarah dibangun berdasarkan apa yang dipelajari siswa dari peristiwa sejarah yang satuke peristiwa sejarah yang lain bersamaan dengan pengembangan sikap toleransi.

Peristiwa sejarah yang awalnya ditandai oleh waktunya yang lebih awal diikuti oleh perkembangan pada peristiwa berikutnya sehingga pada diri siswa diharapkan berkembang berpikir kronologis. Peristiwa-peristiwa sejarah yang berkenaan dengan kehidupan manusia.

Indonesia di wilayah geografis dan budaya yang jauh dari lingkungan siswa digunakan untuk memperkuat rasa kebangsaan dan mengembangkan sikap toleransi.

Suatu kenyataan yang harus diakui bahwa baik proses pengembangan kemampuan berpikir kronologis yang merupakan kemampuan berpikir dasar dalam sejarah maupun sikap toleransi dikembangkan baru sebagai “nurturant effect” Proses pengajaran sejarah yang terjadi tidak memberi kesempatan bagi guru untuk merancang pengembangan kualitas kesejarahan ini dalam suatu proses pendidikan kuat.

Oleh karena itu, sebenarnya sukar juga untuk mengatakan bahwa siswa yang belajar sejarah selama 9 tahun (tamatan pendidikan dasar 9tahun) atau selama 12 tahun (tamatan SMA) telah mengembangkan kemampuan berpikir kronologis yang tidak saja terbentuk karena peristiwa sejarah satu lebih awal dibandingkan lainnya, tetapi juga kemampuan menentukan berbagai peristiwa sejarah dalam suatu perspektif waktu yang tidak selalu linear.

Persoalan yang sama dapat dikatakan berkenaan pula dengan pengembangan rasa kebangsaan dan sikap toleransi.

Dalam kurikulum sekolah, pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai peristiwa sejarah diperluas dengan berbagai peristiwa sejarah di luar tanah air dalam satu garis waktu yang paralel dengan peristiwa sejarah yang terjadi di tanah air.

Berbagai peristiwa sejarah di kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia dirancang untuk dipelajari siswa.

Pusat-pusat kebudayaan di Cina, India, Iraq, Mesir, Yunani, Romawi, dan lain-lain dipelajari bersamaan dengan pengembangan sikap toleransi.

Catatan yang sama dapat dikatakan pada aspek pengembangan sikap toleransi yang dilakukan melalui kajian peristiwa di luar Indonesia.

Tentu saja tak perlu dikemukakan bahwa tujuan pendidikan sejarah yang harus diperkuat tetapi sesuai dengan tuntutan dan tantangan kehidupan yang dihadapi sekarang di masa mendatang pendidikan sejarah harus mengembangkan tujuan pendidikannya lebih dari yang ada sekarang.

Pendidikan sejarah harus memaksimumkan kemampuannya dan mengambil peran yang lebih banyak dalam mempersiapkan anak didik memasuki kehidupan masa mendatang yang penuh kejutan berdasarkan kekuatan yang dimiliki peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah adalah peristiwa yang berkaitan dengan perkembangan, perubahan, dan ketidakpastian kehidupan manusia di masa lalu.

Oleh karena itu, peristiwa sejarah dapat memberikan pelajaran yang sangat tepat dan bermanfaat bagi persiapan kehidupan siswa masa mendatang.Pada saat sekarang peran peristiwa sejarah dalam mengembangkan kualitas manusia masa mendatang baru bersifat potensial.

Untuk merialisasikan potensi yang dimilikinya itu menjadi suatu kemampuan,diperlukan adanya penyempurnaan yang sesuai dengan sifat dan keunggulan. Peristiwa sejarah dapat memberikan kontribusinya dalam pengembangan kualitas anak bangsa harus dilakukan.

Artinya secara teknis pembaharuan kurikulum dan proses pengajaran sejarah merupakan suatu “conditio sine qua non” apabila peran pendidikan sejarah hendak dimaksimalkan agar mampu memberikan kontribusinya yang maksimal pula dalam mempersiapkan siswa untuk kehidupan mereka di masyarakat dalam lingkungan bangsa dan dalam lingkungan dunia.

Demikianlah informasi tentang. Pendidikan Sejarah di Indonesia Masa Kini, Semoga informasi yang kami sharingkan bermanfaat.

0 Response to "Pendidikan Sejarah di Indonesia Masa Kini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel